Perintah - Perintah Dasar Mikrotik Router OS

May 26, 2017 Add Comment
Assalamu'alaikum Wr Wb .Bagi anda yang baru belajar menggunakan Mikrotik pasti masih bingung dengan perintah (command line) yang digunakan pada RouterOS. Padahal banyak perintah-perintah dasar Mikrotik yang penting dan wajib diketahui agar anda dapat menggunakan Mikrotik RouterOS dengan baik. Sebenarnya perintah–perintah dasar MikroTik RouterOS tidak jauh berbeda dengan perintah dasar pada linux umumnya. Karena sebetulnya mikrotik ini merupakan perkembangan dari kernel linux Debian.  


Perintah shell Mikrotik RouterOS sama dengan linux, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.


Berikut ini merupakan perintah perintah dasar Mikrotik yang umum digunakan :

1. Perintah untuk shutdown dan restart computer , ketikkan :
[admin@MikroTik]>system shutdown  (Untuk shutdown komputer )
[admin@MikroTik]>system reboot       (Untuk restart computer )
[admin@MikroTik]>system reset   (Untuk meret konfigurasi yang sudah dibuat sebelumnya). Dan perlu diperhatikan bahwa perintah – perintah tersebut harus dilakukan pada direktori admin.

2. Perintah untuk merubah nama mesin Mikrotik , ketikkan :
[admin@MikroTik]>/system identity
[admin@MikroTik]>system identity > set name=proxy
Untuk melihat hasil konfigurasi , ketikkan “print” atau  “pr”
Contok [admin@MikroTik]system indentity>pr name:”proxy”
Lalu console berubah menjadi [admin@proxy]

3. Perintah merubah password mesin MikroTik , ketikkan
[admin@proxy]>/ password
[admin@proxy]password>old password (jika sebelumnya anda belum mengeset password maka ketikkan kosong)
[admin@proxy]password>new password :……(ketikkan password yang baru)
[admin@proxy]password>retype new password: ……..(masukkan sekali lagi passowrdnya)

Sebagai contoh :
Jika  password lama kosong dan password baru ABCD, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
[admin@proxy]>/password
[admin@proxy]password>old password
[admin@proxy]password>new password ABCD
[admin@proxy]password>retype new password ABCD

4. Perintah untuk melihat kondisi interface pada Mikrotik Router :
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
#    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
0  R ether1                        ether            0          0          1500
1  R ether2                       ether            0          0          1500
[admin@Mikrotik]>
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface
    [admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau tersenamanya),maka:      
    [admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
    [admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
    [admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
    [admin@Mikrotik] > /interface print
    Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
   #    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
   0  R Local                        ether            0          0          1500
   1  R Public                       ether            0          0          1500

5. Perintah untuk melihat paket sofwtware MikroTik OS :
[admin@proxy]>/system package
[admin@proxy]system package><ketikkan print atau pr>
Dengan perintah diatas maka akan tampil paket softwore yang ada dalam MikroTik Os Contoh :
[admin@MikroTik  system package> pr
Flags : x – disabled
 #       Name
0   X routing – test
1   dhcp
2   radiolan
3   user-menejer
4   X webproxy-test
5   arlan
6   isdn
7   hotspot-fix
8   ppp
9   wireless
10  web-proxy
11  hotspot
12  advanced-tools
13  security
14  Telephony
15  routing
16  synchronous
17  system
18  routerboard
19  rstp-bridge-test
20  X wireless-legecy
VERSION
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27
2.9.27


SCHEDULED
 Untuk  melihat lebih detailnya, ketikan :
     [admin@proxy]system package > pr detail fl           gs : x – disabled
0         x name=”routing-test” version=”2.9.27” build – time =jul/03/2006 10:57:53 scheduled
1         name =”system”version =”2.9.27” build – time=jul/03/2006 10 :56:37 schedule
2         name =”system”version =”2.9.27” build – time=jul/03/2006 10 :56: 44  schedule
3         name=”web-proxy” version=”2.9.27” build-time=jul/03/2006 10:`58 :03 schedule
4         name=”advanced –tools” version=”2.9.27” build –time=jul /03/2006 10:56 : 41 scheduled=””
5         name=”dhcp” version=”2.9.27” build-time=jul/03/2006 10:56:45 scheduled=””
6         name =”hotspot”version=”2.9.27”build-time=jul/03/2006 10:56:58 scheduled=””
7         x name=”webproxy-test” version=”2.9.27” build-time=jul / 03 /2006 10:57:52 scheduled
8         name=”routerboard” version =”2.9.27” build-time=jul / 03 / 2006 10: 57 : 17 –[q quit  ׀ D dump ׀ up ׀ down ]

6. Perintah untuk mengupgrade paket software router :
[admin@Mikrotik] system upgade>
To upgrade chosen packages :
Download 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14

7. Perintah mengaktifkan paket software yang ada dalam MikroTik OS :
    [admin@Mikrotik]system page>
     Enable <ketikkan paket yang dikehendaki>
Contoh :
[admin@proxy] system package> enable dhcp

8. Perintah merubah nama ethernet pada mesin MikroTik OS:
[admin@proxy]>/interface
[admin@proxy]interface>ethernet set etherl nama=public
Atau dengan menggunakan perintah
[admin@proxy]interface>set<ketikan number ethernet yang terpasang>
 name=<nama ethernet   yang baru >
contoh :
[admin@proxy]interface> set 0 name=public
[admin@proxy]interface>set 1 name=lan
Atau
[admin@proxy]interface>
set 0 name=public; set 1 name=lan

9Perintah setting IP address pada mesin MikroTik OS :
[admin@proxy]> ip address
[admin@proxy]ip address>
Add interface=<nama interface>anddress=
(ketikkan IP address/subnet mask interface)
Contoh :
Jika nama interfacenya “lan” dan IP address yang dikehendaki : 192.168.01 dan subnet mask : 255.255.255.0, maka perintahnya  sebagai berikut
[admin@proxy]>/ ip address
[admin@proxy]ip address >
Add interface=lan address = 192.168.0.1/24

10. Perintah setting IP DNS primaty dan Secondary :

[admin@proxy]./ip dns
[admin@proxy]ip dns>
Set nama-dns>=<Ip dns dari ISP>

Contoh :
Jika IP DNS primary ISP : 202.134.1.10 dan secondary:
202.134.0.0155, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
[admin@proxy]./ip dns
[admin@proxy]ip dns>
Set primary-dns= 202.134.1.10
[admin@proxy]ip dns>
Set secondary-dns=202.134.0.155

11. Perintah setting IP Gateway pada mesin MikroTik OS
[admin@proxy]>/ip route
[admin@proxy]ip route >add gateway=<ip gatway
Contoh IP gateway  dari ISP : 202.134.1.1, maka perintahnya :
[admin@proxy]>/ ip route
[admin@proxy] ip route>
add  gateway=202.134.1.1

12. Perintah Network address Translate (NAT) pada mesin MikroTik OS
[admin@proxy]>/ip firewall nat
[admin@proxy]ip firewall nat>
add  chain=srcnat out-interface=<etherface yang terhubung
dengan jaringan WAN> scr-address=
<network-id interface yang terhubung dengan LAN / subnet mask interface
LAN> action=masqurade

Contoh :

jika network-id interface LAN :”192.168.0.0” dan subnet
Mask :”255.255.255.0”. untuk interface mesin MikroTik OS yang terhubung ke jaringan
WAN : “pubilk”, maka perintahnya sebagai berikut :
[admin@proxy] >/ip firewall nat
[admin@proxy[ ip firewall nat>
Add chain=srcnat out-interface=public
Scr-address=192.168.0.0/24 action=masquerade


Perintah-perintah dasar Mikrotik untuk RouterOS di atas memang belum terlalu lengkap, karena masih banyak lagi perintah dasar Mikrotik yang bisa digunakan karena memang menu dan fitur dari Mikrotik itu sendiri sangat banyak dan beragam. 
Cukup sekian dulu, Wassalamu'alaikum Wr Wb

Konfigurasi Trunk Di MLS (Cisco)

May 26, 2017 1 Comment
Assalamu'alaikum wr wb
hallo bertemu lagi dengan saya Si Abdul, kali ini sya akan membahas tentang trunk di mls
Multilayer Switch itu bekerja/beroperasi pada layer 2 dan layer 3, nah kalo kita sudah tau bahwa MLS itu support layer 3, brati kita bisa tambahkan ip addres pada perangkat tersebut (MLS).
Konfigurasinya sama aja kaya di switch, tp disini kita ga bahas switch ya.yng jelas si MLS ini kita jadikan layer 3 untuk memilah mana vlan A dan mana vlan B.


Ok, dari toopologi di atas kita punya 2 vlan yng beda segmennya, sekarang kita konfigurasi ke masing2 perangkatnya..
Kasih vlan database dlu kaya di switch
Switch#conf t
Switch(config)#hostname MLS1
MLS1(config)#vlan 10
MLS1(config-vlan)#name A
MLS1(config-vlan)#ex
MLS1(config)#vlan 20
MLS1(config-vlan)#name B
MLS1(config-vlan)#ex

Arahkan masing2 pc sesuai vlan yang sudah di tentukan td
MLS1(config)#iint fa0/2
MLS1(config-if)#switchport access vlan 10
MLS1(config-if)#exit
MLS1(config)#iint fa0/3
MLS1(config-if)#switchport access vlan 20
MLS1(config-if)#ex

Kasih ip addres sesuai vlannya masing2 ya..
MLS1(config)#int vlan 10
MLS1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
MLS1(config-if)#ex
MLS1(config)#int vlan 20
MLS1(config-if)#ip add 10.10.20.1 255.255.255.0

buatkan routing pada Layer 3 (Mls) #awas jangan sampe lupa… wakakakakak
tp sebelumnya masuk ke mode encapsulasi menjadi dot1Q dlu sebelum masuk ke mode trunk
MLS1(config)#ip routing

Konfigurasi trunk yg mengarah ke MLS2
MLS1(config)#int fa0/1
MLS1(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
MLS1(config-if)#switchport mode trunk

selanjutnya tinggal kasih ip address pada masing2 PC sesuai dengan vlannya (yg terhubung melalui MLS1)
Selanjutnya konfigurasikan MLS2 seperti berikut, tp bedanya di MLS2 lebih simpel karna tugasnya jadi sama kaya switch biasa, jadi udah ga perlu lagi nambahin ip address ke masing2 interface vlannya karna td sudah di ip routing oleh MLS1… intinya cuma di trunk doang lah sama ngarahin pc ke masing2 vlannya.
Kasih vlan database dlu kaya di switch
Switch#conf t
Switch(config)#hostname MLS2
MLS2(config)#vlan 10
MLS2(config-vlan)#name A
MLS2(config-vlan)#ex
MLS2(config)#vlan 20
MLS2(config-vlan)#name B
MLS2(config-vlan)#ex

Arahkan masing2 pc sesuai vlan yang sudah di tentukan td
MLS1(config)#iint fa0/2
MLS1(config-if)#switchport access vlan 10
MLS1(config-if)#exit
MLS1(config)#iint fa0/3
MLS1(config-if)#switchport access vlan 20
MLS1(config-if)#ex

KOnfigurasi trunk yg mengarah ke MLS1
MLS1(config)#int fa0/1
MLS1(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
MLS1(config-if)#switchport mode trunk

selanjutnya tinggal kasih ip address pada masing2 PC sesuai dengan vlannya
sekarang waktunya uji coba!!
ip routing yg di konfig pd mls1 td fungsinya sebagai penghubung antar vlan walau networknya beda sekalipun,
sekarang kita coba ping dari vlan B ke vlan A, hasilnya kudu repply ya…
coba ping antar vlan, yaitu vlan B ke vlan A (PC1 ke PC3) begitu juga sebaliknya, buat uji coba berhasil atau tidaknya kinerja trunking di mls.



Ok, itulah pembahasan saya tentang Konfigurasi Trunk Di MLS
Wassalamu'alaikum Wr Wb

Belajar Switch Virtual Interface Menggunakan Multi Layer Switch

May 26, 2017 Add Comment
Assalamu'alakum Wr Wb

Bertemu kembali denga saya si Abdul kali ini saya akan membag materi tentang SVI.

Switch Virtual Interface (SVI) merupakan mekanisme untuk melakukan routing antar vlan tanpa memerlukan router. Singkatnya SVI ini mengizinkan kita untuk mengkonfigurasi IP Address pada interface vlan,dimana IP Address pada interface vlan tersebut yang nantinya digunakan
oleh client sebagai gateway.Namun demikian switch yang dikonfigurasikan SVI harus mendukung fungsi routing. Switch yang mendukung fungsi routing biasa disebut Multi Layer
Switch (MLS) atau Switch Layer 3.

Untuk lebih jelasnya simak dan ikuti tutorial berikut :

Yang pertama kita buat desain nya seperti gambar di bawah ini


Selanjutnya kita konfigurasi pada MLS,untuk membuat vlan 10 dan vlan 20. Ikuti langkah2 script di bawah ini pada mode CLI 


Kalau hanya sampai tahap ini maka seluruh pc antar vlan tidak dapat saling terhubung,tetapi jika ingin terhubung seluruh pc antar vlan berbeda maka harus di lanjutkan langkah berikut dengan mengkonfigurasi MLS kembali,Ikuti langkah script di bawah ini :


Setelah itu kita beri IP pada setiap PC agar bisa saling tehubung,dan saya akan mencoba memberi ip dengan metode protocol DHCP agar PC client mendapatkan IP secara otomatis atau dinamis dari MLS tersebut,ikuti langkah nya seperti gambar di bawah ini :



Jika sudah,kita ubah dari static ke dhcp,jika berhasil maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini dan lakukan juga pada setiap pc yang lain :



Jika sudah selesai kita lakukan Pinging antar pc pada vlan yang sama dan hasilnya akan berhasil,tetapi jika antar pc pada vlan yang berbeda pasti tidak akan terhubung karena belum di aktifkan fungsi routingnya,untuk di aktifkanya ikuti langkah berikut :


Jika sudah kita lakukan Pinging kembali antar pc pada vlan yang berbeda,jika berhasil maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini : 

Gambar di bawah ini hasil dari pinging pc di vlan 10 ke pc vlan 20



Mungkin itulah tutorial dari saya tentang MLS atau SVI mohon maaf bila ada kesalahan 

Wassalamualaikum Wr.Wb

BELAJAR KONFIGURASI INTERVLAN

May 26, 2017 Add Comment
Asslamualaikum Wr.Wb

Ok,kali ini kita akan belajar tentang InterVlan Di Cisco,Tapi sebelumya saya akan membahas sedikit tentang Intervlan,Simak ulasan berikut ini

INTERVLAN Adalah proses-memforward traffic network dari satu vlan ke vlan yang lain menggunakan router,dan router ini bertindak sebagai gateway bagi si vlan ini.
OK kita lanjut ke tutorialnya

Peralatan yang kita butuhkan ialah :
1 Buah Router
1 Buah Switch
Dan 2 Buah PC + Kabel straight

Yang pertama buat desain jaringannya seperti ini atau terserah kalian
 

Yang Kedua kita Konfigurasikan Vlan dan Vlan Trunking dan memberi nama vlan pada Switch 1,Dan ikuti Script di bawah ini pada mode CLI (Command Line Interface) di Switch :



Yang Ketiga kita konfigurasikan pada Router dan router ini akan bertindak sebagai Gateway dari setiap pc dan vlan untuk dapat saling berkomunikasi,Untuk mengkonfigurasinya ikuti langkah langkah Script di bawah ini pada router Di mode CLI :


Lalu kita beri IP pada Masing Masing pc di vlan 10 dan 20,Secara otomatis Menggunkan DHCP. Dan ikuti langkah-langkah gambar di bawah ini pada router di mode cli.


Yang terkhir kita Cek jaringan apakah sudah terhubung atau tidak menggunkan perintah PINGING pada CMD,Dengan cara :
Ping 10.10.10.2 (dari pc 2 ke pc 1)
Dan Ping 20.20.20.2 (dari pc 1 ke pc 2)
Jika berhasil hasilnya akan seperti ini  


Dan Ini


Ok mungkin itulah tutorial dari saya tentang Intervlan,See you.

Wasslamualaikum Wr.Wb

DHCP DI MLS

May 26, 2017 Add Comment
DHCP DI MLS

Asslamualaikum Wr.Wb

Ok,bertemu lagi dengan saya si Abdul,Kali ini saya akan membahas tentang DHCP di MLS. Mungki sebagian dari kalian belum tahu apa ditu DHCP. DHCP singkatan dari (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah suatu metode untuk memberikan IP kepada client secara Dinamis atau otomatis.
Ok,kita lanjut ke tutorialnya,yang pertama kita buat topologinya seperti ini :

Untuk konfigurasi Vlan,routing, itu sudah di bahas di postingan sebelumnya yaitu di konfigurasi SVI dan sekarang kita hanya konfigurasi DHCP saja.
Selanjutnya kita konfigurasu si MLS pada mode CLI,ikuti perintah berikut :


Setelah kita konfigurasi kita lakukan tes di PC client,dengan mengubah dari static ke Dhcp pada ip configuration bisa di lihat pada gambar di bawah ini :


Jika sukses hasilnya akan seperti gambar di atas, Dan kita coba lakukan pinging dari vlan 10 ke vlan 20 seperti gambar di bawah ini :

Jika berhasil maka hasilnya akan seperti gambar yang di atas,MUngki  cukup sekian tutorial dari saya mohon maaf bila ada kesalhan.

Wassalamualikum Wr.Wb

CISCO Switch - Vlan dan Trunking + LAB

May 26, 2017 Add Comment
CISCO Switch - Vlan dan Trunking + LAB 


Bismillahirrahmanirrahiim,Assalamu'alaikum wr wb 
Swith cisco, kemaren yang kita bahas Basic Switch Cisco mudah – mudahan udah paham ya, untuk saat ini kita membahas tentang VLAN (Virtual Local Area Network) dan Trunking pada Switch manageable, kita bahas VLAN terlebih dahulu, seiring perkembangan zaman dan perumbuhan manusia di butuhkan kecepatan pada teknologi termasuk Switch ini, dengan adanya VLAN Switch bisa membagi Broadcast ke beberapa sub Network, dengan membagi Broadcast yang lebih kecil akan membatasi pada device pada aktifitas Broadcast dan juga bisa membagi Broadccast pada device berdasar fungsinya, sehingga bisa mempercepat pada setiap packet pengirimannya.

VLAN merupakan sebuah perangkat device virtual managemen (Software) yang perlu di konfigurasi secara logikal, sehingga bisa saling berkomunikasi sesuai dengan Group VLAN dan pada sub Network yang sama dalam satu Switch atau beda Switch (Trungking), jadi VLAN di buat bukan karena koneksi Fisikal namun lebih pada koneksi Logikal yang tentunya bisa lebih fleksibel, secara logikal Switch di bagi ke beberapa Group dengan menggunakan VLAN, dan juga bisa membagi dengan beberapa Sub Network yang berbeda pada pada Group VLAN dalam satu Switch yang sama, misal: group VLAN 10 MANAGER memiliki SubNetwork ”192.168.1.0/24, group VLAN 20 SALES memiliki SubNetwork “192.168.2.0/24 atau yang lainnya.

Dengan menggunakan VLAN juga kita bisa membagi segmentasi jaringan berdasarkan pada Fungsinya, pada departemen ataupun tim Proyek, kita juga bisa membuat VLAN dalam mengelola jaringan sejalan berdasarkan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja bisa mengakses segmen jaringan yang sama meskipun berada dalam lokasi yang berbeda (trungking) pada gambar di bawah ini.




#. Keuntungan menggunakan VLAN
1.      Security – keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secara logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.

2.      Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.

3.      Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.

4.      Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.

5.      Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.

6.      Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

#. Untuk konfigurasi VLAN di butuhkan sebuah Nomer yang biasa di namakan VLAN ID, Berikut ini range nomer VLAN ID: 

a.       Normal Range VLAN (1 – 1005)
–          digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
–          Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
–          ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.
–          Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. file ini disimpan dalam memori flash milkik switch.
–          VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manaejemn VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.

b.      Extended Range VLANs (1006 – 4094)
–          memampukan para seervice provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.
–          Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
–          Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
–          VTP tidak bekerja di sini.
Switch catalys 2960 mendukung 255 normal range dan extended range.

#. Berikut ini diberikan beberapa terminologi di dalam VLAN.
a.       VLAN Data
VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.

b.      VLAN Default
Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.

c.       Native VLAN
Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN.

d.      VLAN Manajemen
VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau  SNMP.

e.       VLAN Voice
VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara.

#. Terdapat 3 tipe VLAN dalam konfigurasi sederhana, yaitu:
a.       Static VLAN – port switch dikonfigurasi secara manual.
-       Konfigurasi:

IDN#config Terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
IDN(config)#VLAN 10
IDN(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa
IDN(config-vlan)#exit

-          Implementasinya:

IDN(config)#Interface fastEthernet 0/2
IDN(config-if)#switchport mode access
IDN(config-if)#switchport access VLAN 10

-     Verifikasi:

Command: Switch#sh vlan brief

-     Remove VLAN:

Switch(config)#no vlan 10

b.      Dynamic VLAN – Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusu yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN? secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c.       Voice VLAN – port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung.
Konfigurasi:

IDN(config)#VLAN 120
IDN(config-vlan)#name VLAN_Voice
IDN(config-vlan)#exit
IDN(config)#Interface fastEthernet 0/3
IDN(config-if)#switchport voice VLAN 120

#. LAB STATIC VLAN
-          Topology:



-          Keterangan:
a.       N= Network
b.      1.1 / 1.2 dll.= IP belakang

-          Konfigurasi:

Switch>enable
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
-          Lakukan pengecekan VLAN terlebih dahulu dan konfigurasi kan IP pada setiap PC seperti gambar Topology di atas lalu coba pengetesan dengan Ping PC ke PC:
Switch(config)#do sh vlan br

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
                                                Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
1002 fddi-default                     active    
1003 token-ring-default               active    
1004 fddinet-default                  active    
1005 trnet-default                    active    
-          Konfigurasi VLAN:
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name ADMIN
Switch(config-vlan)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name MARKETING
Switch(config-vlan)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name SALES
Switch(config-vlan)#vlan 40
Switch(config-vlan)#name MANAGER
Switch(config-vlan)#exit
-          Implementasi VLAN:
Switch(config)#int f0/1
Switch(config-if)#switchpo mode access
Switch(config-if)#sw access vlan 10
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#int f0/2
Switch(config-if)#sw mode access
Switch(config-if)#sw access vlan 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#int range fa0/3 - 4
Switch(config-if-range)#sw mode access
Switch(config-if-range)#sw access vlan 30
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#int range f0/5-8, f0/10
Switch(config-if-range)#sw mode access
Switch(config-if-range)#sw access vlan 40
-          Verifikasi VLAN:
Switch(config)#do sh vlan br

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
10   ADMIN                            active    Fa0/1
20   MARKETING                        active    Fa0/2
30   SALES                            active    Fa0/3, Fa0/4
1002 fddi-default                     active    
1003 token-ring-default               active    
1004 fddinet-default                  active    
1005 trnet-default                    active    

#. TRUNGKING VLAN
Ini digunakan untuk menghubungkan pada device antar Swtich atau dengan router, di dalam istilah VLAN terdapat intra VLAN? Di sebut Intra VLAN karena VLAN ID yang sama juga sudah bisa saling berkomunikasi meskipun VLAN tersebut berada di dalam Switch yang berbeda (Trungking), istilah Inter VLAN? Di sebut Inter VLAN karena antar Host yang berbeda VLAN ID saling berkomunikasi, karena itu sudah termasuk beda Network maka pada Inter VLAN di butuhkan perangkat tambahan yaitu Router.
Sesuai dengan perkembangan Switch, Cisco menciptakan Switch layer 3, hanya dengan Switch layer 3 ini pastinya sudah bisa menghubungkan antar Inter VLAN (tanpa router), pada Switch layer 3 terdapat teknologi yang bernama SVI (Switch virtual Interface), SVI merupakan interface (logikal) yang di konfigurasikan pada suatu VLAN. SVI perlu di konfigurasikan untuk bisa membat route antar VLAN (inter VLAN) atau untuk memberikan koneksi IP pada host (DHCP). Secara default SVI di buat pada VLAN 1 sehingga bisa di kelola dengan menggunakan Remote.
Sebuah VLAN Native di tandai pada sebuah Port TRUNK 802.1Q, sebuah Port Trunk 802.1Q mendukung Traffic dari banyak VLAN atau sama seperti Traffic yang tidak berasal dari VLAN, TRUNK merupakan Link point to point di antara satu atau lebih pada perangkat Device yaitu antar Switch atau dengan Router, Trunk Ethernet membawa banyak lalu lintas VLAN melalui jalur  LINK tunggal yang berguna untuk memperluas VLAN pada jaringan, dengan menggunakan Port Trunk bisa di gunakan Link fisik untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah Port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic Trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran Cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q.  Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu: Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.
Berikut ini diberikan contoh perintah untuk konfigurasi trunking pada port Fa0/1 sebuah switch.
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#end

#. LAB TRUNKING VLAN STATIC

-          Topology:





-          Keterangan:
a. N= Network
b. 1.1 / 1.2 dll.= IP belakang
c. Background= background menggambarkan Group VLAN yg sama

-          Konfigurasi:
a.       SW1=

Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname IDN1
-          Membuat VLAN:
IDN1(config)#vlan 10
IDN1(config-vlan)#name MARKETING
IDN1(config-vlan)#exit
IDN1(config)#vlan 20
IDN1(config-vlan)#name SALES
IDN1(config-vlan)#exit
-          Implementasi VLAN:
IDN1(config)#int range f0/1-2
IDN1(config-if-range)#sw mode acc
IDN1(config-if-range)#sw access vlan 10
IDN1(config-if-range)#exit
IDN1(config)#int range f0/3-4
IDN1(config-if-range)#sw mode access
IDN1(config-if-range)#sw access vlan 20
IDN1(config-if-range)#exit
IDN1(config)#do sh vlan

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
10   MARKETING                        active    Fa0/1, Fa0/2
20   SALES                            active    Fa0/3, Fa0/4
1002 fddi-default                     act/unsup 
1003 token-ring-default               act/unsup 
1004 fddinet-default                  act/unsup 
1005 trnet-default                    act/unsup 

VLAN Type  SAID       MTU   Parent RingNo BridgeNo Stp  BrdgMode Trans1 Trans2
---- ----- ---------- ----- ------ ------ -------- ---- -------- ------ ------
1    enet  100001     1500  -      -      -        -    -        0      0
10   enet  100010     1500  -      -      -        -    -        0      0
20   enet  100020     1500  -      -      -        -    -        0      0
1002 fddi  101002     1500  -      -      -        -    -        0      0   
1003 tr    101003     1500  -      -      -        -    -        0      0   
1004 fdnet 101004     1500  -      -      -        ieee -        0      0   
1005 trnet 101005     1500  -      -      -        ibm  -        0      0   

Remote SPAN VLANs
------------------------------------------------------------------------------


Primary Secondary Type              Ports
------- --------- ----------------- ------------------------------------------
- Trunk ke Switch 2
IDN1(config)#int f0/5
IDN1(config-if)#sw mode trunk
IDN1(config-if)#sw trunk encapsulation dot1q
- Verifikasi
IDN1(config)#do sh int trunk
Port        Mode         Encapsulation  Status        Native vlan
Fa0/5       on           802.1q         trunking      1

Port        Vlans allowed on trunk
Fa0/5       1-1005

Port        Vlans allowed and active in management domain
Fa0/5       1,10,20

Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Fa0/5       1,10,20


- Opsi LAIN(boleh di gunakan boleh tidak!! Hanya sebatas pengetahuan) untuk memilih VLAN yang di perbolehkan dalam komunikasi TRUNK
IDN1(config)#int f0/5
IDN1(config-if)#sw trunk allowed vlan 10,20

b.      SW2=

Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname IDN2
-          Konfigurasi VLAN:
IDN2(config)#vlan 10
IDN2(config-vlan)#name MARKETING
IDN2(config-vlan)#vlan 20
IDN2(config-vlan)#name SALES
IDN2(config-vlan)#exit
-          Implementasi VLAN:
IDN2(config)#int range f0/1-2
IDN2(config-if-range)#sw mode access
IDN2(config-if-range)#sw access vlan 10
IDN2(config-if-range)#exit
IDN2(config)#int range f0/3-4
IDN2(config-if-range)#sw mode access
IDN2(config-if-range)#sw access vlan 20
IDN2(config-if-range)#exit
-          Verifikasi VLAN:
IDN2(config)#do sh vlan

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
10   MARKETING                        active    Fa0/1, Fa0/2
20   SALES                            active    Fa0/3, Fa0/4
1002 fddi-default                     act/unsup 
1003 token-ring-default               act/unsup 
1004 fddinet-default                  act/unsup 
1005 trnet-default                    act/unsup 

VLAN Type  SAID       MTU   Parent RingNo BridgeNo Stp  BrdgMode Trans1 Trans2
---- ----- ---------- ----- ------ ------ -------- ---- -------- ------ ------
1    enet  100001     1500  -      -      -        -    -        0      0
10   enet  100010     1500  -      -      -        -    -        0      0
20   enet  100020     1500  -      -      -        -    -        0      0
1002 fddi  101002     1500  -      -      -        -    -        0      0   
1003 tr    101003     1500  -      -      -        -    -        0      0   
1004 fdnet 101004     1500  -      -      -        ieee -        0      0   
1005 trnet 101005     1500  -      -      -        ibm  -        0      0   

Remote SPAN VLANs
------------------------------------------------------------------------------


Primary Secondary Type              Ports
------- --------- ----------------- ------------------------------------------
-          Trunk ke SW1:
IDN1(config)#int f0/5
IDN1(config-if)#sw mode trunk
IDN1(config-if)#sw trunk encapsulation dot1q
-          Verifikasi TRUNK:
IDN2(config)#do sh int trunk
Port        Mode         Encapsulation  Status        Native vlan
Fa0/5       on           802.1q         trunking      1

Port        Vlans allowed on trunk
Fa0/5       1-1005

Port        Vlans allowed and active in management domain
Fa0/5       1,10,20

Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Fa0/5       1,10,20

- Opsi LAIN(boleh di gunakan, boleh tidak!! Hanya sebatas pengetahuan) untuk memilih VLAN yang di perbolehkan dalam komunikasi TRUNK
IDN1(config)#int f0/5
IDN1(config-if)#sw trunk allowed vlan 10,20
#. TEST PING
-          PC SW1 ke SW2

PC>ipconfig

FastEthernet0 Connection:(default port)

   Link-local IPv6 Address.........: FE80::209:7CFF:FE51:B043
   IP Address......................: 192.168.1.1
   Subnet Mask.....................: 255.255.255.0
   Default Gateway.................: 0.0.0.0

-          Sebelum TRUNK

PC>ping 192.168.1.4

Pinging 192.168.1.4 with 32 bytes of data:

Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.

Ping statistics for 192.168.1.4:
    Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),


-           Setelah TRUNK

PC>ping 192.168.1.4

Pinging 192.168.1.4 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.4: bytes=32 time=0ms TTL=128
Reply from 192.168.1.4: bytes=32 time=0ms TTL=128
Reply from 192.168.1.4: bytes=32 time=0ms TTL=128
Reply from 192.168.1.4: bytes=32 time=0ms TTL=128

Ping statistics for 192.168.1.4:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Sekian tutor dari saya

Wassalamu'alaikum Wr Wb